Cari Blog Ini

Senin, 28 Maret 2011

Masalah-masalah Perekonomian

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT berkat limpahan rahmat hidayah-Nya, Penulis dapat menyelesaikan Makalah ini tepat pada waktunya. Salawat dan salam senantiasa tercurah kepada junjungan Nabi besar Muhammad SAW, serta segenap keluarga dan sahabatnya.
Adapun makalah yang kami bahas berjudul “MASALAH PEREKONOMIAN“ dimana bertujuan untuk memenuhi tugas mata kuliah Perekonomian Indonesia dan untuk lebih mempermudah rekan-rekan mahasiswa/mahasiswi dalam memahami pokok bahasan ini.
Dengan selesainya makalah ini kami berharap semoga dapat memberikan manfaat serta menambah wawasan / pengetahuan pembaca. Dan kami memohon maaf apabila terdapat banyak kekurangan dalam pembuatan makalah ini.
Kami mangharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun dari pembaca demi kesempurnaan pembuatan makalah selanjutnya.


Parepare, 27 Maret 2011

Penulis



DAFTAR ISI
Halaman
KATA PENGANTAR …………………………………………………….. i
DAFTAR ISI ……………………………………………………………. . ii
BAB I PENDAHULUAN ………………………………………………… 1
1.1 Latar Belakang Masalah ………………………………......... 1
1.2 Rumusan Masalah ………………………………………….. 2
1.3 Tujuan dan Manfaat Penulisan ……………………………….. 2
BAB II PEMBAHASAN …………………………………………………. 3
2.1 Pengertian Masalah Ekonomi ………...................................... 3
2.2 Latar belakang munculnya masalah ekonomi ............................ 3
2.3 Masalah ekonomi dan Upaya mengatasinya ............................. 7
BAB III PENUTUP ………………………………………………………… 15
3.1 Kesimpulan ………………………………………………….. 15
3.2 Saran …………………………………………………………. 16
DAFTAR PUSTAKA





BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Masalah adalah suatu kendala atau persoalan yang harus dipecahkan dengan kata lain masalah merupakan kesenjangan antara kenyataan dengan suatu yang diharapkan dengan baik, agar tercapai tujuan dengan hasil yang maksimal.
Kata “ekonomi” berasal dari bahasa latin oikonomia yang mengandung pengertian pengaturan rumah tangga. Rumah tangga disini mungkin kecil seperti sebuah keluarga, mungkin juga besar seperti negara. Pengaturan demikian bertujuan untuk mencapai kemakmuran. Ekonomi adalah sistem aktivitas manusia yang berhubungan dengan produksi, distribusi dan konsumsi barang dan jasa.
Dengan berlandaskan berbagai sumber maka dapat kita katakan masalah ekonomi merupakan suatu kendala yang harus dipecahkan oleh seorang individu dalam memenuhi kebutuhannya melalui proses produksi, distribusi, dan konsumsi barang dan jasa. Pertumbuhan ekonomi yang semakin pesat menyebabkan pemenuhan kebutuhan masyarakat semakin tinggi, yang akhirnya banyak masyarakat yang tidak mampu memenuhi kebutuhan tersebut.
Olehnya, dengan makalah ini nantinya kita dapat menganalisis masalah-masalah perekonomian apa saja yang terjadi disekitar kita, agar kita dapat lebih kritis dalam memandang suatu masalah dan berusaha untuk mencari solusinya.

1.2 Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan masalah ekonomi?
2. Apa yang melatar belakangi munculnya masalah perekonomian?
3. Apa saja yang termasuk masalah perekonomian dan bagaimana upaya mengatasi masalah tersebut?
1.3 Tujuan dan Manfaat
1. Tujuan Penulisan
Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka yang menjadi tujuan penulisan makalah ini adalah sebagai berikut:
a. Untuk mengetahui apa yang di maksud masalah ekonomi;
b. Untuk mengetahui latar belakang munculnya masalah perekonomian;
c. Untuk mengetahui apa saja yang termasuk masalah perekonomian dan upaya mengatasi masalah tersebut;
2. Manfaat Penulisan
a. Umum / Pembaca
Bagi pihak pembaca dapat memperoleh tambahan ilmu / wawasan baru mengenai Masalah Perekonomian dan bagaimana kita dapat melihat dan memandang secara kritis persoalan-persoalan ekonomi yang ada disekitar kita serta mampu menemukan solusi dari semua masalah-masalah yang ada.
b. Penulis
Untuk memenuhi tugas mata kuliah Perekonomian Indonesia dan dapat menambah ilmu pengetahuan dan Wawasan penulis.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Masalah Ekonomi
Masalah adalah suatu kendala atau persoalan yang harus dipecahkan dengan kata lain masalah merupakan kesenjangan antara kenyataan dengan suatu yang diharapkan dengan baik, agar tercapai tujuan dengan hasil yang maksimal.
Kata “ekonomi” berasal dari bahasa latin oikonomia yang mengandung pengertian pengaturan rumah tangga. Rumah tangga disini mungkin kecil seperti sebuah keluarga, mungkin juga besar seperti negara. Pengaturan demikian bertujuan untuk mencapai kemakmuran. Dengan kata lain, Ekonomi adalah sistem aktivitas manusia yang berhubungan dengan produksi, distribusi dan konsumsi barang dan jasa. (alumni1pleret.forumotion. net/t4-pengertian-ekonomi )
Dengan berlandaskan berbagai sumber maka dapat kita katakan bahwa “Masalah ekonomi merupakan suatu kendala yang harus dipecahkan oleh seorang individu dalam memenuhi kebutuhannya melalui proses produksi, distribusi, dan konsumsi barang dan jasa”.
2.2 Latar belakang Munculnya Masalah Ekonomi
Munculnya masalah ekonomi disebabkan oleh Kebutuhan manusia banyak dan beraneka ragam sedangkan alat pemuas kebutuhan terbatas. Kebutuhan menampakkan dirinya sebagai perasaan kekurangan yang menimbulkan keinginan untuk dipenuhi.
Macam-macam kebutuhan manusia dapat digolongkan menjadi:
Menurut Intensitasnya :
a. Primer
Kebutuhan primer adalah kebutuhan yang benar-benar amat sangat dibutuhkan orang dan sifatnya wajib untuk dipenuhi. Contohnya adalah seperti sembako, rumah tempat tinggal, pakaian, dan lain sebagainya.
b. Sekunder
Kebutuhan sekunder adalah merupakan jenis kebutuhan yang diperlukan setelah semua kebutuhan pokok primer telah semuanya terpenuhi dengan baik. Kebutuhan sekunder sifatnya menunjang kebutuhan primer. Misalnya seperti makanan yang bergizi, pendidikan yang baik, pakaian yang baik, perumahan yang baik, dan sebagainya.
c. Tersier.
Kebutuhan tersier adalah kebutuhan manusia yang sifatnya mewah, tidak sederhana dan berlebihan yang timbul setelah terpenuhinya kebutuhan primer dan kebutuhan skunder. Contohnya adalah mobil, antena parabola, pda phone, komputer laptop notebook, tv 50 inchi, jalan-jalan ke hawaii, apartemen, dan lain sebagainya.
Menurut Sifatnya
a. Jasmani
Kebutuhan jasmani adalah kebutuhan yang berhubungan dengan badan lahiriah atau tubuh seseorang. Contohnya seperti makanan, minuman, pakaian, tidur, buang air kecil dan besar, seks, dan lain sebagainya.
b. Rohani.
Kebutuhan rohani adalah kebutuhan yang dibutuhkan seseorang untuk mendapatkan sesuatu bagi jiwanya secara kejiwaan. Contohnya seperti mendengarkan musik, siraman rohani, bersosialisasi, pendidikan, rekreasi, hiburan, dan lain-lain.
Menurut Waktu
a. Sekarang
Kebutuhan sekarang adalah kebutuhan yang benar-benar diperlukan pada saat ini secara mendesak. Contoh adalah makan karena sangat lapar, pengobatan akibat kecelakaan, dan lain sebagainya.
b. Masa Depan.
Kebutuhan masa depan adalah kebutuhan yang dapat ditunda serta dipenuhi di lain waktu di masa yang akan datang. Contoh yaitu pergi haji, pendidikan tinggi, pahala untuk bekal akherat, membeli mobil keluaran terbaru, dan lain sebagainya.
Menurut Wujud
a. Materiil
b. immaterial.
Menurut Subyek
a. Individu
Kebutuhan individu adalah jenis kebutuhan yang dibutuhkan oleh orang perseorangan secara pribadi. Contohnya adalah sikat gigi, menuntut ilmu, sholat lima waktu, makan, dan banyak lagi contoh lainnya.
b. Kolektif.
Kebutuhan sosial adalah kebutuhan akan berbagai barang dan jasa yang digunakan untuk memuaskan kebutuhan sosial suatu kelompok masyarakat. Contohnya adalah jalan umum, penerangan tempat umum, berserikat mengeluarkan pendapat, berbisnis, berorganisasi, dan lain-lain.
Faktor-faktor yang mempengaruhi kebutuhan:
a. Alam
b. Peradaban
c. Agama
d. Adat-istiadat
Kelangkaan merupakan suatu keadaan dimana sulitnya memperoleh suatu sumber daya, meski sumber daya itu tersedia, dibutuhkan biaya yang besar untuk memperolehnya. Adapun faktor penyebab kelangkaan faktor produksi:
a. Terbatasnya sumber alam.
b. Terbatasnya pengolah sumber alam.
c. Meningkatnya kebutuhan

2.3 Masalah Ekonomi dan Upaya mengatasinya
1. Inflasi
Dalam ilmu ekonomi, inflasi adalah suatu proses meningkatnya harga-harga secara umum dan terus-menerus (continue) berkaitan dengan mekanisme pasar yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain: konsumsi masyarakat yang meningkat, berlebihnya likuiditas di pasar yang memicu konsumsi atau bahkan spekulasi, sampai termasuk juga akibat adanya ketidaklancaran distribusi barang. Dengan kata lain, inflasi juga merupakan proses menurunnya nilai mata uang secara continue.
Inflasi dapat digolongkan menjadi empat golongan, yaitu inflasi ringan, sedang, berat, dan hiperinflasi. Inflasi ringan terjadi apabila kenaikan harga berada di bawah angka 10% setahun; inflasi sedang antara 10%—30% setahun; berat antara 30%—100% setahun; dan hiperinflasi atau inflasi tak terkendali terjadi apabila kenaikan harga berada di atas 100% setahun.
a. Dampak Inflasi
Inflasi memiliki dampak positif dan dampak negatif, tergantung parah atau tidaknya inflasi. Apabila inflasi itu ringan, justru mempunyai pengaruh yang positif dalam arti dapat mendorong perekonomian lebih baik, yaitu meningkatkan pendapatan nasional dan membuat orang ber-gairah untuk bekerja, menabung dan mengadakan investasi. Sebaliknya, dalam masa inflasi yang parah, yaitu pada saat terjadi inflasi tak terkendali (hiperinflasi), keadaan perekonomian menjadi kacau dan perekonomian dirasakan lesu. Orang menjadi tidak bersemangat kerja, menabung, atau mengadakan investasi dan produksi karena harga meningkat dengan cepat. Para penerima pendapatan tetap seperti pegawai negeri atau karyawan swasta serta kaum buruh juga akan kewalahan menanggung dan mengimbangi harga sehingga hidup mereka menjadi semakin merosot dan terpuruk dari waktu ke waktu.
b. Cara mengatasi
Bank sentral memainkan peranan penting dalam mengendalikan inflasi. Bank sentral suatu negara pada umumnya berusaha mengendalikan tingkat inflasi pada tingkat yang wajar. Beberapa bank sentral bahkan memiliki kewenangan yang independen dalam artian bahwa kebijakannya tidak boleh diintervensi oleh pihak di luar bank sentral termasuk pemerintah.
Bank sentral umumnya mengandalkan jumlah uang beredar dan/atau tingkat suku bunga sebagai instrumen dalam mengendalikan harga. Selain itu, bank sentral juga berkewajiban mengendalikan tingkat nilai tukar mata uang domestik. Hal ini disebabkan karena nilai sebuah mata uang dapat bersifat internal (dicerminkan oleh tingkat inflasi) maupun eksternal (kurs). Saat ini pola inflation targeting banyak diterapkan oleh bank sentral di seluruh dunia, termasuk oleh Bank Indonesia.
2. Deflasi
Dalam ekonomi, deflasi adalah suatu periode dimana harga-harga secara umum jatuh dan nilai uang bertambah. Deflasi adalah kebalikan dari inflasi. Bila inflasi terjadi akibat banyaknya jumlah uang yang beredar di masyarakat, maka deflasi terjadi karena kurangnya jumlah uang yang beredar. Salah satu cara menanggulangi deflasi adalah dengan menaikkan tingkat suku bunga.
3. Stagnasi
Stagnasi ekonomi adalah suatu keadaan di mana tingkat pertumbuhan ekonomi sekitar 0% per tahun dan terjadi ketika pertumbuhan ekonomi berjalan lambat pada suatu periode tertentu. Beberapa pendapat mengatakan bahwa yang dimaksud dengan "lambat" di sini adalah angka pertumbuhan ekonomi lebih kecil dari pada pertumbuhan ekonomi potensial yang diprediksi oleh ahli makro ekonomi. Yang lain menyebutkan bahwa stagnasi terjadi ketika pertumbuhan ekonomi kurang dari 2-3% per tahun.
4. Stagflasi
"Stag" berasal dari suku kata pertama "Stagnasi", yang merujuk pada menurunnya kondisi ekonomi, sementara "flasi" berasal dari suku kata kedua dan ketiga "inflasi", yang merujuk pada naiknya harga barang-barang secara umum dan terjadi secara terus menerus. Stagflasi, adalah suatu kondisi suatu perekonomian mengalami inflasi dan stagnasi dalam waktu yang bersamaan, atau dalam makro ekonomi stagflasi adalah periode ketika inflasi dan konstraksi (yaitu, menurunnya pertumbuhan ekonomi dan meningkatnya pengangguran, yang sering terjadi di masa resesi) terjadi secara bersamaan.
5. Hiperinflasi
Dalam ilmu ekonomi, Hiperinflasi adalah inflasi yang tidak terkendali, kondisi ketika harga-harga naik begitu cepat dan nilai uang menurun drastis. Secara formal, hiperinflasi terjadi jika tingkat inflasi lebih dari 50% dalam satu bulan. Sebagai sebuah aturan ibu jari, inflasi biasanya dilaporkan setahun sekali, namun dalam kondisi hiperinflasi, tingkat inflasi dilaporkan dalam interval yang lebih singkat, biasanya satu bulan sekali. Hiperinflasi biasanya muncul ketika adanya peningkatan persediaan uang yang tidak diketahui atau perubahan sistem mata uang secara drastis. Hiperinflasi biasanya dikaitkan dengan perang, depresi ekonomi, dan memanasnya kondisi politik atau sosial suatu negara.
6. Pengangguran
Pengangguran akan lebih banyak memberikan dampak yang kurang baik bagi kegiatan ekonomi suatu Negara. Pengangguran akan menyebabkan beban angkatan kerja yang benar–benar poduktif menjadi semakin berat, disamping secara sosial pengangguran akan menimbulkan kecendrungan masalah–masalah kriminalitas dan masalah sosial lainnya. Pengertian Pengangguran adalah seseorang yang tergolong angkatan kerja dan ingin mendapatkan pekerjaan tetapi belum dapat memperolehnya atau tidak bekerja secara optimal. Masalah pengangguran yang menyebabkan tingkat pendapatan nasional dan tingkat kemakmuran masyarakat tidak mencapai. Dampak terjadinya pengangguran:
a. Pengangguran dapat menyebabkan masyarakat tidak dapat memaksimalkan tingkat kemakmuran yang dicapainya. Hal ini terjadi karena pengangguran dapat menyebabkan pendapatan nasional riil (nyata) yang dicapai masyarakat akan lebih rendah daripada pendapatan potensial (pendapatan yang seharusnya).
b. Pengangguran akan menyebabkan pendapatan nasional yang berasal dari sektor pajak berkurang.
c. Pengangguran tidak menggalakan pertumbuhan ekonomi akibatnya tingkat investasi menurun sehingga pertumbuhan ekonomi pun tidak akan terpacu.
d. Pengangguran dapat menghilangkan mata pencaharian.
e. Pengangguran dapat menghilangkan ketrampilan.
f. Pengangguran akan menimbulkan ketidakstabilan sosial politik.
Beberapa langkah dan kebijaksanaan pemerintah yang pernah, sedang, dan akan dilakukan diantaranya adalah:
a. Mengatasi masalah kependudukan yakni dengan mencoba mengendalikan pertumbuhan penduduk, karena disadari bahwa pertumbuhan penduduk yang terlalu cepat akan memicu munculnya pengangguran di masa mendatang, jika tidak diimbangi dengan peningkatan kegiatan produksi.
b. Dengan tidak melupakan prinsip APBN, akan menambah sektor pengeluaran, baik itu pengeluaran pemerintah maupun pengeluaran dari sektor investasi swasta guna mendukung terciptanya peningkatan kegiatan ekonomi yang diharapkan dapat membuka peluang dan kesempatan kerja yang lebih banyak.
c. Di pihak lain dengan memberikan dan mengarahkan pendidikan sumber daya ke arah yan lebih mendesak, dengan memperbanyak pusat pelatihan kerja, serta dengan memberi kemudahan bagi pengelolaan sekolah–sekolah kejuruan. Harapannya agar kemampuan tenaga kerja Indonesia menjadi lebih siap dalam menyambut tantangan dunia kerja.
d. Usaha lainnya adalah dengan mencoba membuka kesempatan dan lapangan kerja di daerah – daerah yang selama ini kurang berkembang kegiatan ekonominya. Sehingga proses pemerataan kesempatan kerja menjadi lebih terjamin keberhasilannya, selain mengurangi konsentrasi tenaga kerja di pulau Jawa.
e. Di sektor luar negeri, mulai digalakannya ekspor jasa berupa tenaga kerja yang dikirim ke luar negeri, meskipun untuk langkah terakhir ini masih memerlukan usaha yang lebih keras dari semua pihak, agar kepentingan dan nasib pekerja yang bekerja di luar negeri lebih baik.
7. Resesi Ekonomi
Resesi merupakan krisis ekonomi, namun berlangsung dalam jangka waktu yang singkat. Krisis itu bisa ditandai dengan jumlah pengangguran tinggi, harga-harga melonjak, atau ketersediaan pangan yang sangat kurang. Resesi biasanya berlangsung dalam jangka waktu bulanan. Resesi merupakan fenomena krisis ekonomi yang jeda waktunya tidak sampai bertahun-tahun. Dalam sebuah negara, misalnya. Resesi bisa diatasi ketika pemerintah cekatan dan mampu mengeluarkan kebijakan yang solutif. Kejadian krisis ekonomi dunia yang berlangsung sekitar 1997-1998, pada dasarnya, bisa kita kategorikan sebagai kejadian resesi ekonomi. Walaupun krisis ekonomi itu berdampak pada politik Indonesia dengan jatuhnya rezim orde baru, krisis itu tidak berlangsung dalam jangka waktu lama.
8. Depresi Ekonomi
Ketika resesi tidak bisa diatasi, krisis itu mengarah pada yang disebut depresi ekonomi. Depresi ini biasanya berlangsung dalam waktu yang sangat panjang seperti yang pernah dialami Amerika Serikat pada 1929. Depresi ekonomi yang terjadi di Amerika diawali dengan kegagalan pasar pada 1929 yang menyebabkan menurunnya kegiatan ekonomi masyarakat pada tingkat yang sangat buruk secara berkepanjangan. Kenaikan harga saham mengakibatkan terjadinya penjualan saham secara besar-besaran pada Oktober 1929 yang kemudian menyebabkan pasar saham runtuh dan indeks harga saham turun drastis sehingga Amerika mengeluarkan kebijakan New Deal yang dibagi menjadi tiga bagian sebagai berikut:
1. Relief (bantuan), yaitu bantuan dana ekonomi untuk usaha kecil serta bantuan untuk rakyat miskin.
2. Recovery (pemulihan) dengan jalan membuka lapangan pekerjaan yang selama masa itu tidak dapat menampung angka pengangguran.
3. Reform (pembaharuan) dengan mengubah cara menjalankan ekonomi dari liberal ke ekonomi yang melibatkan peran serta negara yang lebih besar.
Untuk mengatasi permasalahan ekonomi yang menimpa, pemerintah Indonesia membuat berbagai kebijakan ekonomi yang menjadi target pemerintah yang dapat dikelompokkan ke dalam 8 bidang yaitu: (i) investasi, (ii) ekonomi makro dan keuangan, (iii) ketahanan energi, (iv) sumber daya alam, lingkungan dan pertanian, (v) pemberdayaan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), (vi) pelaksanaan komitmen masyarakat ekonomi ASEAN, (vii) infrastruktur, dan (viii) ketenagakerjaan dan ketransmigrasian. Masalah ketenagakerjaan bisa diselesaikan dengan peningkatan pengalaman kerja, peningkatan disiplin kerja, pengikutan pelatihan-pelatihan, peningkatan komunikasi kerja dan peningkatan pendidikan formal tenaga kerja.
Pemerintah juga perlu melakukan upaya-upaya serius berupa perubahan kebijakan pemerintah, kemajuan dan perkembangan teknologi serta peningkatan kondisi perekonomian yang berkembang dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif.Jumlah investasi belum cukup untuk menciptakan lapangan kerja baru secara signifikan untuk membantu mengurangi kemiskinan. Pertumbuhan ekonomi saat ini lebih didorong oleh sektor konsumsi dibandingkan dengan sektor investasi.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Dari penjelasan yang telah dipaparkan pada bagian pembahasan, dapat penulis simpulkan bahwa:
 Masalah ekonomi merupakan suatu kendala yang harus dipecahkan oleh seorang individu dalam memenuhi kebutuhannya melalui proses produksi, distribusi, dan konsumsi barang dan jasa. Masalah ekonomi ini muncul disebabkan karena kebutuhan manusia tidak terbatas sedangkan alat pemuas kebutuhan manusia yang terbatas.
 Masalah ekonomi itu terjadi karena tidak adanya kestabilan sistem ekonomi yang dijalankan sehingga terjadi “kebocoran” dalam sistem perekonomian, masalah ekonomi itu berupa Inflasi, Deflasi, Stagnasi, Stagflasi, Hiperinflasi, Pengangguran, Resesi dan Defresi ekonomi.
 Masalah ekonomi dapat diselesaikan lewat kerjasama/kemitraan yang didasarkan kepada kepentingan bersama, rasa saling menghargai, dan prinsip keadilan dan kemajuan yang sama-sama dimiliki berupa upaya-upaya serius dalam perubahan kebijakan pemerintah, kemajuan dan perkembangan teknologi, peningkatan kondisi perekonomian (sektor investasi), serta menciptakan lapangan kerja baru secara signifikan.

3.2 Saran
Saran yang dapat penulis sampaikan bahwa Dari uraian di atas, untuk menghindari terjadinya masalah ekonomi setiap negara harus berpedoman penuh terhadap sistem ekonomi yang dijalankan dan memberikan kesadaran/bimbingan serta mempasilitasi masyarakatnya dalam berkarya/ berusaha sehingga mereka dapat lebih trampil menghasilkan inovasi baru dalam berkarya berupa peningkatan IPTEK, Pelatihan Sumber daya manusi, pembangunan infrastruktur ekonomi dan pengembangan sumber daya alam.