Melihat keadaan negara kita saat ini, perih rasanya hati ini. Betapa tidak, negara kita Republik Indonesia yang tercinta tengah terusik oleh segudang problema. Segudang problema yang bisa membuat negara kita menjadi mundur, perekonomian akan terhambat, dan jika tidak diantisipasi dengan tepat, akan berujung pada kehancuran.
Nauzubillah.. Jangan sampai itu terjadi.
Ditengah dinamika politik dan ekonomi yang terjadi, seharusnya para pemilik kewajiban seharusnya bekerja pada porsinya masing-masing. Bukannya malah menambah masalah. Ada kasus “Century”, ada kasus “Anggodo”, ada kasus “Markus di Kepolisian” , “terorisme”dan masih banyak lagi.
Yang pertama harus kita benahi dalam negara kita ialah pemimpin kita. Negara kita membutuhkan sosok pemimpin yang berakhlak, cerdas, tegas, dan berani untuk membenahi negara ini. Kita membutuhkan sosok yang berwibawa seperti Bpk SBY, berakhlak dan bermoral seperti Bpk Hidayat Nurwahid, se Tegas Bpk Mahfud, MD, seberani Bpk JK,, bermental baja seperti Bpk Prabowo, se Logis Bpk Dien Syamsuddin.
Kita harus membenahi undang-undang kita. Kita tidak boleh terpengaruh oleh pengaruh orang yang tak mengerti akan tanah air kita. Yang baik, keputusan tertinggi ada pada Presiden. Tapi tetap dalam mengeluarkan keputusan harus dimusyawarahkan dulu.
Dalam hukum, aparat hukum seperti MA, MK, Pengadilan, KPK, Kepolisian harus se Adil mungkin. Yang korupsi milyaran harus lebih berat lah hukumannya dibanding pencuri 3 biji coklat sama 1 buah semangka.
Dan buat yang mengusik NKRI, turunkan pejabat kita untuk berunding namun jika tidak kita turunkan TNI kita.
Undang-undang anti Pornografi, sebaiknya harus diusahakan berpakaian yang sopan.
Dan buat terorisme, ini bukan masalah islam. Cuma orang yang mengatasnamakan islam. Karena islam itu cinta damai. Dia tak pernah memusuhi siapa pun. Islam itu lembut, olehnya ada dakwah. Bukan bom bunuh diri. Rasulullah SAW saja, pernah dilempari kotoran busuk oleh seorang kafir. Tapi pada saat orang yang melemparinya kotoran busuk itu jatuh sakit, Rasulullah SAW malah membuatkan kue yang enak lalu menjenguknya.
Dalam perekonomian. Pembagian BLT belum tepat guna. Untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, kita harus menggolongkannya terlebih dahulu. Warga yang masih mampu bekerja, diberikan modal dan saran atau pandangan-pandangan untuk bekerja. Bagi warga yang sudah usia lanjut, sebaiknya diberikan bantuan sumbangan, baik itu berupa infak, maupun zakat.
Untuk kasus korupsi, sebaiknya KPK harus bekerja sebagaimana mestinya lah..
Dan buat para wakil-wakil rakyat, laksanakanlah tugas anda. Jangan ada lagi kursi kosong pada saat rapat.
Buat para mahasiswa dan tokoh-tokoh yang suka demonstrasi. Demolah dengan cara yang wajar. Tetap pertahankan moralitas, jangan ada anarkisme. Karena banyak cara demonstrasi. Bicara lansung, nulis artikel di dunia maya, masukkan proposal dikantor. Kirimi kritik dan saran. Namun jika tidak, ajukan usulan ke presiden untuk menurunkan pejabat tersebut. Jika tidak, datangi pejabat itu, bicara baik-baik, tanyakan alasan dia(biarkan membela diri dulu) jika alsannya logis, terima. Jika tidak, masyarakat yang turunkan dia. Tanpa ada kekuatan hukum yang melindungi pejabat yang menyimpang tersebut. Jika seperti ini, para oknum tersebut akan takut untuk melakukan hal-hal yang diluar moralitas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar