Oleh
H. Surya Isnan Muhammad
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Wanita merupakan perhiasan dunia. Tapi sebaik- baik wanita, ialah wanita yang shalehah Yaitu seorang wanita yang berjilbab.. Wanita yang senantiasa menjaga auratnya.Sebuah perhiasan yang lebih indah dari Intan, Permata, dan Emas.
Olehnya, jika anda wanita? marilah kita sejenak merenung- renungkan dan jadikan ini sebagai iktibar. Dan jika anda bukan wanita, jadikan lah ini sebagai ilmu.
Kita sama- sama mengetahui, dizaman saat sekarang ini. Gadis- gadis remaja saat ini, sekarang lagi trend- trend nya dengan jilbabnya. Apalagi seiring dengan kemajuan zaman, model/ fasion jilbab pun makin rame –rame nya dengan mode yang cukup mencuri mata. Sehingga mungkin makin banyak wanita yang tergiur akan hal tersebut, dan timbul rasa ingin mencoba dan mengenakannya. Karena siapa sih yang tak ingin tampil cantik?
Tapi mungkin ada yang salah choy..! tapi ya.., wanita slalu ingin mencoba, mencoba dan tampil OK. Tapi mungkin hal ini tidak dapat disalahkan. Karena kita sama- sama mengetahui, manusia tidak lah luput dari kekurangan. Tapi mungkin tidak ada salahnya jika seseorang ingin mencoba untuk jadi lebih baik.
1.2 Pembatasan Masalah
Berdasar latar belakang yang telah diuraikan di muka, pembatasan masalahnya sebagai berikut.
1. Apa sih jilbab itu ?
2. Apa yang melatar belakangi/ mempelopori wanita sehingga menggunakan jilbab?
3. Apa hukum dari jilbab itu sendiri?
4. Kenapa sih wanita mengenakan jilbab?
5. Kenapa sih masih banyak orang yang menyalahgunakan jilbab itu?
1.3 Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk:
1. Mengetahui masih adakah seorang wanita yang sungguh- sungguh ikhlas memakaijilbab karena-Nya?
2. Masih adakah sosok wanita jilbab sejati yang hadir disekitar kita?
3. Sebagai tolak ukur kita terhdap kehidupan saat sekarang ini?
4. Sebagai gambaran masa depan agama islam?
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Deskripsi dan Identifikasi
Dalam hal jilbab ini. Masih terdapat beberapa penggolongan jilbab. Berdasarkan jilbab yang dipakainya diantaranya sebagai berikut.
a. Kita sering mendengar yang namanya jilbab besar. Tapi itu dikatakan jilbab besar, bukan hanya karena bentuknya yang besar. Tapi, karena golongan orang yang memakainya beraliran keras. Dan mungkin anda sering menjumpai orang yang seperti ini. Ciri khasnya yaitu;
1. Jilbab yang hampir menutupi lututnya.
2. Memakai cadar/ atau penutup muka.
3. Memakai kaos kaki.
4. Kurang bergaul dengan lawan jenis yang bukan muhrimnya.
5. Tidak menyentuh lawan jenis yang bukan muhrimnya.
6. dan mungkin masih banyak sifat- sifat khusus lainnya.
b. Jilbab sedang ini merupakan jilbab yang juga cukup keras. Tapi mungkin masih dalam tahap transisi. Bagi wanita pengguna jilbab ini, juga beraliran yang cukup keras, tapi mungkin tidak sekeras aliran jilbab besar tadi. Dan biasanya, jilbab sedang ini memakai jilbab yang sampai ketangan atau melewati. Golongan ini pun juga mengenakan kaos kaki. Tapi tidak lagi menggunakan tutup muka( cadar ).
c. Jilbab yang golongan kecil ini sering juga disebut jilbab modern. Mungkin karena bentuknya yang cukup minim, dan cara memakainya yang tidak memenuhi standar yang mungkin semata –mata hanya digunakan untuk sekedar fashion saja.
Berdasarkan ketahanan dalam memakainya sebagai berikut.
1. Jilbab bongkar pasang merupakan pemakai jilbab yang sifatnya hanya semantara saja dan hanya karena adanya kepentingan tertentu.
2. Jilbab sejati merupakan jilbab yang sifatnya tetap dan sudah menjadi bagian dari kehidupan dari wanita itu sendiri yang begitu erat kaitannya.
BAB III
METODE PENELITIAN
Dalam penelitian tentang “Jilbab Islamiah, Masih Adakah ?”, saya menggunakan metode man to man. Yaitu dengan mensurvai sebahagian warga SMA NEGERI 1 WT. Pulu yang memakai jilbab dan yang tidak memakai jilbab sebagai bahan perbandingan ini nantinya. Dan untuk lebih mempermudah saya mengadakan survey, saya masuk sendiri dan berusaha mengenal lebih jauh dari mereka. Dan dalam sample penelitian ini, ada yang dari kalangan siswa kelas X, XI, dan XII serta guru. Dan survey ini, diadakn tidak secara terang- terangan dari ke 52 wanita ini yang saya rahasiakan identitasnya..
BAB IV
PEMBAHASAN
Kita sama – sama mengetahui, jilbab itu merupakan suatu hal yang sangatlah berkaitan erat dengan muslimah. Sebagaimana yang ada dalam Al-Hadist dan Al-Quranul Kariim;
“Barangsiapa memakai pakaian yang berlebih-lebihan, maka Allah akan memberikan pakaian kehinaan di hari akhirat nanti.” Riwayat Ahmad, Abu Daud, An Nasaii dan Ibn Majah.
“Sesungguhnya sebilangan ahli neraka ialah perempuan-perempuan yang berpakaian tapi telanjang yang condong pada maksiat dan menarik orang lain untuk melakukan maksiat. Mereka tidak akan masuk syurga dan tidak akan mencium baunya.” Riwayat Bukhari dan Muslim.
”Hai nabi-nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak perempuan mu dan isteri-isteri orang mukmin, hendaklah mereka memakai baju jilbab (baju labuh dan longgar) yang demikian itu supaya mereka mudah dikenali. Lantaran itu mereka tidak diganggu. Allah maha pengampun lagi maha penyayang.” Al Ahzab :59.
Dan sepucuk surat buat para kaum hawa;
Wahai Hawa, Kenapa..
engkau tak menghargai nikmat Iman dan Islam itu? Kenapa.. mesti engkau kaku dalam mentaati ajaran-Nya? kenapa.. masih segan mengamalkan isi kandungan-nya ? dan kenapa.. masih was-was dalam mematuhi perintah-Nya?
Wahai Hawa, Sedarlah..
Tangan yang mengoncang buaian.. boleh mengoncang dunia, Sedarlah hawa.. kau boleh mengoncang dunia dengan melahirkan manusia yang hebat!! yakni yang Soleh dan Solehah, kau boleh menggegar dunia dengan menjadi isteri yang taat serta memberi dorongan dan sokongan pada suami yang sejati dalam menegakkan Islam di mata dunia.
Tapi hawa..
jangan sesekali kau cuba menggoncang keimanan lelaki dengan lembut tuturmu, dengan ayu wajahmu, dengan lengguk tubuhmu. Jangan kau menghentak-hentak kakimu untuk menyatakan kehadiranmu. Jangan Hawa, jangan sesekali cuba menarik perhatian kaum Adam yang bukan suamimu.. kerana aku khuatir ia mengundang kemurkaan dan kebencian ALLAH. BAHANA!
Ia bisa memberi kegembiraan pada syaitan.. kerana wanita ialah jala syaitan, alat yang di eksploitasikan oleh syaitan dalam menyesatkan kaum Adam. Hawa, Andai engkau masih remaja.. jadilah anak yang Solehah buat kedua ibu bapamu, andai engkau sudah bersuami.. jadilah isteri yang meringankan beban suamimu, andai engkau seorang ibu.. didiklah anakmu sehingga ia tak gentar memperjuangkan Ad-din ALLAH.
Hawa,
Andai engkau belum berkahwin, jangan kau risau akan jodohmu, ingatlah hawa janji TUHAN kita, wanita yang baik adalah untuk lelaki yang baik. Jangan menggadaikan maruahmu.. hanya semata-mata kerana seorang lelaki, jangan memakai pakaian yang menampakkan susuk tubuhmu hanya untuk menarik perhatian dan memikat kaum lelaki, kerana kau bukan memancing hatinya.. tapi merangsang nafsunya.
Wahai Hawa,
Jangan sesekali dikau mulakan pertemuan dengan lelaki yang bukan muhrim kerana aku khuatir dari mata turun ke hati, dari senyuman membawa ke salam, dari salam cenderung kepada pertemuan dan dari pertemuaan... takut lahirnya nafsu kejahatan yang menguasai diri.
Hawa,
Lelaki yang Baik tidak melihat paras rupa, Lelaki yang Soleh tidak memilih wanita melalui keseksiannya, Lelaki yang Warak tidak menilai wanita melalui keayuaannya, kemanjaannya serta kemampuannya menggoncang iman mereka.
Tetapi hawa,
Lelaki yang Baik akan menilai wanita melalui akhlaknya, peribadinya dan ad-dinnya... Lelaki yang Soleh tidak menginginkan sebuah pertemuan dengan wanita yang bukan muhrimnya kerana dia takut menberi kesempatan pada syaitan untuk mengodanya. Lelaki yang Warak juga tak mahu bermain cinta sebabnya dia tahu apa matlamat dalam sebuah hubungan antara lelaki dan wanita yakni perkahwinan. Oleh itu Hawa, Jagalah pandanganmu, jagalah pakaianmu, jagalah akhlakmu, kuatkan pendirianmu...
Andai kata ditakdirkan tiada cinta dari Adam untukmu, cukuplah hanya cinta ALLAH menyinari dan memenuhi jiwamu, biarlah hanya cinta kedua ibu bapamu yang memberi hangatan kebahagiaan buat dirimu, cukuplah sekadar cinta adik beradik serta keluarga yang akan membahagiakan dirimu. Hawa, Cintailah ALLAH.. dikala susah dan senang kerana kau akan memperolehi cinta dari insan yang juga menyintai ALLAH. Cintailah kedua ibu bapamu.. kerana kau akan perolehi keredhaan ALLAH. Cintailah keluargamu.. kerana tiada cinta selain cinta keluarga.
Hawa ,
Ingatanku yang terakhir, biarlah tangan yang menggoncang buaian ini dapat menggoncang dunia dalam mencapai keredhaan ILAHI. Jangan sesekali.. tangan ini juga yang menggoncang keimanan kaum Adam, kerana aku sukar menerimanya dan aku benci mendengarnya.
“Dunia adalah perhiasan & sebaik-baik perhiasan adalah Wanita Solehah” (Hadith Riwayat Muslim).
Dan di zaman saat sekarang ini, mungkin sudah jarang kita menemukan seorang wanita jilbab sejati/ islamiah. Yang ada dilingkungan kita saat sekarang ini, kebanyakan orang yang berjilbab hanya ada kepentingan tertentu saja. Ada yang berjilbab hanya karena tuntutan profesi saja, hanya karena lagi trend aja, hanya karena ingin dipandang dalam hal status, hanya karena seseorang, bahkan hanya untuk dipuji manusia.
Sehingga tak perlu kita pungkiri, masih banyak wanita berjilbab yang akhlaknya tidak menunjukkan seorang yang berjilbab. Bahkan ada yang tidak berjilbab, malah memiliki hati yang berjilbab. Karena banyaknya yang salah niat tadi.
Dan membuat orang salah salah presepsi, kenapa sih bukan melakukannya hanya untuk Allah SWT, semata? Bukankah itu dapat berdampak baik buat kita juga. Selain dapat ridha-Nya, kita pun insya Allah kan terhindar dari hal – hal yang negatife dengan berjilbab.
Selain itu, diantara kita masih banyak yang menyalah gunakannya seperti itu tadi. Seperti orang yang memakainya hanya karena ingin dapatkan nilai plus dihadapan orang. Bukankah justru itu kan membawa anda ke sikap “Ria’”? Dan anda pun sudah membohongi diri anda sendiri. Jadi apa salahnya sih kita memakainya dengan ikhlas? Dalam keadaan bagaimanpun, dan kapanpun. Karena Allah tak pernah melimpahkan sesuatu yang menyusahkan ummat-Nya.
Dan mungkin dalam hal ini, anda bisa memakai tips – tips berikut.
1. Niat dan tekad yang bulat dalm hati;
2. Berusaha untuk mempertahankannya dalam keadaan apapun
3. Selalu bersikap optimis
4. dan Yakin bahwa akan ada karunia yang tak terhingga dibalik semua ini.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Dapat disimpulkan bahwa, dari sekian banyak wanita yang masuk dalam kategori survey saya di lapangan. Saya menyimpulkan, hanya ada 30 % saja yang masih bisa dikatakan kategori jilbab islamiah itu.
5.2 Saran
1. Belajarlah untuk melakukan sesuatu karena-Nya.
2. Belajarlah untuk komitmen dan fokus pada sesuatu yang sebenarnya baik dan menguntungkan buat anda.
3. Berjilbab memang baik, tapi lebih baik jika hatinya berjilbab pula.
DAFTAR PUSTAKA
Surya Isnan Muhammad, SMU Negeri 1 Watang Pulu, 2008.
http://nuryanie.blogspot.com/2007/05/wanita.html
www.jilbab_besar.blogspot.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar